BERITA TERKINI, DUNIA DALAM BERITA, SEPUTAR INFORMASI TERPECAYA

Cara Cari Uang Gampang Dan Halal

Mengurangi Stres Keuangan Masalah keuangan adalah salah satu penyebab utama stres dalam kehidupan. Pemahaman keuangan yang baik memungkinkan Anda menghindari masalah keuangan yang tidak perlu, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Sunday, 5 February 2017

Pengertian dan Perbedaan: Distributor, Agen, Dropshipper, Reseller dan Suplier

Memahami Peran dalam Rantai Pasokan: Distributor, Agen, Dropshipper, Reseller, dan Supplier

Memahami Peran dalam Rantai Pasokan: Distributor, Agen, Dropshipper, Reseller, dan Supplier

Dalam dunia bisnis dan ekonomi, kita sering mendengar istilah seperti distributor, agen, dropshipper, reseller, dan supplier. Namun, tak jarang banyak orang yang masih keliru dalam membedakan peran-peran tersebut. Memahami perbedaan masing-masing istilah ini sangat penting, terutama bagi Anda yang ingin terjun ke dunia usaha atau yang sedang mengembangkan bisnis.

1. Distributor

Aktivitas di gudang distributor

Gudang distributor dengan barang dalam jumlah besar. Sumber: Unsplash

Pengertian Distributor

Distributor adalah individu atau perusahaan yang membeli produk secara langsung dari produsen dalam jumlah besar. Tujuan utama distributor adalah untuk menjual kembali produk-produk tersebut kepada agen, toko, atau retailer. Distributor biasanya tidak menjual produk ke konsumen akhir, melainkan berperan sebagai penyalur utama yang menghubungkan produsen dengan titik penjualan berikutnya.

Cara Kerja dan Keuntungan

Distributor membeli produk dengan harga khusus (biasanya lebih murah karena pembelian dalam volume besar) dan mendapatkan keuntungan dari margin penjualan atau diskon dari produsen. Mereka seringkali menawarkan beragam produk dari berbagai produsen, sehingga menjadi satu sumber untuk berbagai kebutuhan retailer.

Contoh

Seorang distributor sembako akan membeli beras, minyak, gula, dan produk lainnya dari berbagai pabrik, lalu menyalurkannya ke warung-warung atau supermarket.

2. Supplier

Bahan baku dari supplier

Bahan baku mentah dari seorang supplier. Sumber: Unsplash

Pengertian Supplier

Supplier (pemasok) adalah pihak yang menyediakan bahan baku atau material kepada perusahaan atau pabrik untuk diolah menjadi produk jadi atau setengah jadi. Supplier menjual barang secara kontinu dan berkelanjutan, dan barang yang disuplai biasanya bukan untuk dijual langsung, melainkan untuk mendukung proses produksi.

Cara Kerja dan Peran

Supplier bisa juga menyalurkan barangnya kepada distributor. Peran supplier sangat krusial dalam rantai pasok karena menyediakan bahan mentah yang menentukan kualitas produk akhir.

Contoh

Supplier kayu pinus yang menjual kayu ke pabrik kertas, atau supplier karet alam yang memasok ke pabrik ban.

3. Agen

Agen bertemu dengan retailer

Agen bertemu dengan retailer untuk menawarkan produk. Sumber: Unsplash

Pengertian Agen

Agen adalah perantara yang membeli produk dari distributor untuk dijual kembali kepada retailer. Agen biasanya memiliki wilayah pemasaran tertentu dan seringkali menjadi perwakilan resmi dari merek atau produk di daerah tersebut.

Cara Kerja dan Keuntungan

Agen mendapatkan keuntungan dari komisi yang diberikan oleh distributor atau dari selisih harga jual. Kelebihan menjadi agen adalah memiliki keuntungan yang lebih besar karena seringkali hanya ada satu agen resmi di satu daerah, serta tidak memiliki target penjualan yang ketat.

Contoh

Agen resmi produk elektronik tertentu yang melayani penjualan ke toko-toko elektronik di satu kota.

4. Reseller

Reseller melayani konsumen

Reseller melayani konsumen di tokonya. Sumber: Unsplash

Pengertian Reseller

Reseller adalah pihak yang membeli produk dari distributor atau agen dan menjualnya langsung ke konsumen akhir. Reseller memegang stok barang dan berinteraksi langsung dengan pelanggan, sehingga harus siap menangani komplain atau pertanyaan.

Cara Kerja dan Keuntungan

Reseller mendapatkan keuntungan dari potongan harga yang diberikan oleh distributor atau agen. Mereka tidak terikat secara formal dengan target penjualan dan memiliki kebebasan dalam mengatur waktu serta strategi penjualan.

Contoh

Pemilik toko kelontong yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat.

5. Dropshipper

Konsep bekerja sebagai dropshipper

Seorang dropshipper mengelola bisnisnya secara online. Sumber: Unsplash

Pengertian Dropshipper

Dropshipper adalah model bisnis di mana penjual tidak menyimpan stok barang. Dropshipper hanya mempromosikan produk dari supplier atau distributor, dan ketika ada pesanan, dropshipper akan meneruskan pesanan tersebut ke supplier yang kemudian mengirimkan barang langsung ke konsumen.

Cara Kerja dan Keuntungan

Keuntungan utama dropshipper adalah tidak memerlukan modal besar untuk stok, tidak perlu mengelola gudang, dan bisa bekerja secara fleksibel. Keuntungan didapat dari selisih harga jual ke konsumen dengan harga dari supplier.

Contoh

Pemilik toko online yang menjual berbagai produk fashion tanpa memiliki stok, dan semua pengiriman dilakukan oleh supplier.

Perbedaan Utama dalam Tabel

Peran Sumber Produk Pembeli Kepemilikan Barang Interaksi dengan Konsumen
Supplier Produsen bahan baku Pabrik/Distributor Ya Tidak langsung
Distributor Produsen Agen/Retailer Ya Tidak langsung
Agen Distributor Retailer Ya Tidak langsung
Reseller Distributor/Agen Konsumen akhir Ya Langsung
Dropshipper Supplier/Distributor Konsumen akhir Tidak Langsung (tapi tidak pegang barang)

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara distributor, agen, dropshipper, reseller, dan supplier membantu dalam menentukan strategi bisnis yang tepat. Setiap peran memiliki keunggulan dan tantangan sendiri-sendiri. Pilih model yang paling sesuai dengan modal, waktu, dan tujuan bisnis Anda.

Dengan pengetahuan ini, diharapkan Anda dapat lebih percaya diri dalam menjalankan bisnis atau setidaknya tidak lagi keliru dalam menyebutkan istilah-istilah penting dalam rantai pasokan.

Sumber: Artikel ini dikembangkan berdasarkan konten dari Blogger Orang Desa dengan penambahan konten, gambar, dan penyempurnaan tampilan.

© 2023 Artikel Rantai Pasokan. Semua hak cipta dilindungi.

Share:

Saturday, 24 December 2016

Cek PBB Online Bandung

 

Cara Cek PBB Online Kota Bandung Lengkap dan Mudah

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) menyediakan layanan pengecekan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara online. Melalui layanan ini, masyarakat dapat mengetahui informasi pajak properti tanpa perlu datang langsung ke kantor pajak.

Wajib pajak bisa melihat jumlah tagihan, NJOP, hingga status pembayaran PBB secara daring. Pembayaran PBB juga dapat dilakukan melalui ATM Bank BJB maupun e-banking sehingga lebih praktis.

Catatan: Artikel ini khusus membahas cara cek PBB online wilayah Kota Bandung.

Manfaat Mengecek PBB Online

Dengan mengecek PBB secara online, Anda dapat:

  • Mengetahui status pembayaran PBB tahun berjalan

  • Melihat tunggakan dan denda jika ada

  • Membandingkan nilai PBB dari tahun ke tahun

  • Memastikan status pajak properti sebelum transaksi jual beli

Cara Cek PBB Online Bandung

Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengecek PBB secara online:

  1. Kunjungi situs resmi Disyanjak Kota Bandung melalui alamat berikut:
    https://cek-njop.disyanjakkotabandung.id/

  2. Masukkan Nomor Objek Pajak (NOP) dengan format:
    32.73.xxx.xxx.xxx-xxxx-x

  3. Pilih menu Portal Informasi Publik, kemudian klik Cek Tagihan PBB

  4. Tekan tombol CARI dan tunggu hingga data muncul di layar





Jika NOP yang dimasukkan benar, sistem akan langsung menampilkan informasi pajak properti Anda.

Informasi yang Ditampilkan

Setelah proses pencarian berhasil, sistem akan menampilkan:

  • Tahun pajak PBB

  • Nama wajib pajak

  • Besaran pajak pokok

  • Jumlah denda (jika ada)

  • Tanggal jatuh tempo pembayaran

  • Total tunggakan yang harus dibayar



Cara Mengetahui NOP

Nomor Objek Pajak (NOP) dapat ditemukan pada lembar SPPT PBB yang dibagikan setiap awal tahun. Jika SPPT hilang, Anda dapat melihat bukti pembayaran PBB sebelumnya atau menghubungi langsung kantor Disyanjak Kota Bandung.

Layanan Tambahan

Selain layanan online, Disyanjak Kota Bandung juga menyediakan mobil pelayanan pajak keliling serta terus mengembangkan sistem digital agar layanan PBB semakin mudah diakses masyarakat.

Catatan: Panduan lengkap cara pembayaran PBB online akan dibahas pada artikel terpisah.

Sumber

https://bandungcarnival.blogspot.co.id/2016/07/cek-pbb-online-bandung.html

Share:

The phenomenon of 'Om Om Telolet' Turns Starting from Here

The Origin of the “Telolet” Bus Horn: From Saudi Arabia to an Indonesian Icon

 


The “Om Telolet Om” phenomenon once took over social media in Indonesia. Children and even adults stood by the roadside just to hear a bus horn that sounded like “te-lo-let.” But did you know that the telolet horn is actually not originally from Indonesia?

Inspired by a Unique Sound in Saudi Arabia

The telolet horn was first brought to Indonesia by PO Efisiensi, a bus company from Central Java. Around 2002–2004, the owner of PO Efisiensi, Teuku Erry Rubihamsyah, became interested in a unique horn sound used by large buses and trucks in Saudi Arabia.

The horn produced a long, melodic “te-lo-let” tone. Out of curiosity and admiration for the sound, he purchased the horn equipment and brought it to Indonesia to install it on his buses.

According to Syukron Wahyudi, Commercial Manager of PO Efisiensi, the original telolet horn consists of three funnels that create the distinctive sound when pressed.

From Rejection to Public Favorite

In its early days, the telolet horn did not receive a warm welcome. Many people, especially in rural areas, considered the sound annoying. PO Efisiensi drivers were even instructed not to use the telolet horn and to rely only on the standard factory horn.

However, over the past four years, public taste has changed dramatically. The telolet horn has become a unique attraction.

In areas such as Cilacap, Yogyakarta, and Purwokerto, children often wave at passing buses and ask drivers to sound the telolet horn. These scenes spread widely on social media and eventually became a nationwide trend.

A Signature Feature of PO Efisiensi

Seeing the public’s enthusiasm, PO Efisiensi decided to make the telolet horn its signature feature. Today, around 60 buses in their fleet are equipped with two types of horns: the standard manufacturer horn and the telolet horn.

Initially, the telolet horns used by PO Efisiensi were imported directly from Saudi Arabia at a price of over IDR 5 million per set. Over time, local manufacturers began producing similar horns at more affordable prices, around IDR 3 million or less.

The “Tolelot” Mascot

Not only the horn, PO Efisiensi also created a city bus mascot named “Tolelot” about 5–7 years ago. The name comes from the word “tole” in the Javanese language, which means “a young boy.”

The idea was inspired by a common phrase spoken by mothers to their children when boarding a bus: “Le, kene, ojo mlaku wae” (Son, come here, don’t keep walking). From the word “tole,” the name “Tolelot” was formed by extending the pronunciation.

The mascot takes the form of a small child and has become a visual identity closely associated with PO Efisiensi.

The Middle Eastern Roots of the Telolet Sound

According to Arief Setiawan, Chairman of the Bismania Community, the telolet sound actually originated in the Middle East. There, the sound was used to scare away camels that often wandered onto the roads.

An Indonesian businessman later heard this distinctive sound, brought it back to Indonesia, and adapted it as a bus horn. Although it was not very popular at first, the telolet horn eventually went viral thanks to social media.


Editor’s Note

This article is compiled from various news reports and interviews with the Indonesian bus community. The content has been rewritten in a light narrative style to make it easier for general readers to understand.


Reflective Closing

From a tool to chase camels in the Middle East to a source of joy for children on Indonesian streets, the telolet horn proves that simple things can evolve into popular culture. Behind the cheerful “te-lo-let” sound lies a long story of creativity, adaptation, and the unique charm of Indonesia’s transportation world.


Redaksi Blog Orang Desa


Summary Table: Telolet Bus Horn Facts

Aspect Description
Horn Origin Saudi Arabia / Middle East
Original Function To scare camels off the road
Brought to Indonesia Around 2002–2004
Pioneer in Indonesia PO Efisiensi
Number of Funnels 3 funnels
Import Price Over IDR 5 million per set
Local Production Cost Around IDR 3 million or less
Popular Areas Cilacap, Yogyakarta, Purwokerto
Bus Mascot Tolelot
Meaning of “Tole” Young boy (Javanese language)
Share:

Blog Archive

Popular Posts