BERITA TERKINI, DUNIA DALAM BERITA, SEPUTAR INFORMASI TERPECAYA

Sunday 1 May 2022

Manfaat kurma untuk kesehatan beragam manfaat kurma untuk kesehatan beragam manfaat


 Kurma mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Buah manis asli ini banyak diminati terutama saat bulan puasa. Lantas, apa saja sih kebaikan buah dari Jazirah Arab ini? Lanjutkan membaca untuk mempelajari tentang berbagai manfaat kesehatan dari kurma.

Kandungan nutrisi kurma

Kurma adalah jenis buah yang dapat dipanen setiap saat sepanjang tahun. Namun, di negara asalnya, buah ini biasanya dipanen pada musim gugur atau awal musim dingin. Alasan untuk ini adalah bahwa buah ini mencapai puncaknya di musim dingin.

Buah yang juga dikenal sebagai buah nabi ini memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Mayoritas kandungan buah ini terdiri dari karbohidrat sederhana (terutama gula, seperti sukrosa dan fruktosa). Karbohidrat menyumbang hampir 70% dari berat kurma. Kurma juga mengandung berbagai sumber nutrisi lainnya, antara lain:

  • 7 gram serat
  • 2 gram protein
  • 20% kebutuhan kalium harian
  • 14% kebutuhan magnesium harian
  • 18% kebutuhan tembaga
  • 15% kebutuhan mangan
  • 5% kebutuhan zat besi harian
  • 12% kebutuhan vitamin B6 harian
Tidak hanya itu, Kurma mengandung kalsium, zat besi, vitamin K, folat, dan antioksidan seperti karoten, fenolat, avanoid, dan antosianin.

Kandungan gizi buah ini bervariasi tergantung tingkat kematangannya. Kurma segar, misalnya, memiliki lebih sedikit kalori dan gula daripada kurma kering. Kurma kering memiliki 284 kalori dan 76 gram karbohidrat per 100 gram.

Buah segar hanya mengandung sekitar 142 kalori dan 37 gram karbohidrat dalam jumlah yang sama. Kurma segar, di sisi lain, memiliki lebih banyak air, serat, dan protein secara signifikan daripada kurma kering.

Beragam manfaat kurma untuk kesehatan

Buah yang mempunyai rasa manis ini ternyata menyimpan banyak sekali manfaat untuk Anda. Beberapa manfaat kurma untuk kesehatan, antara lain:

1. Menjaga kesehatan pencernaan

Buah ini merupakan sumber serat makanan yang baik. Tergantung pada varietas dan tahap kematangannya, sekitar 6,4% hingga 11,5% kandungan kurma terdiri dari serat terutama jenis yang tidak larut.

Makanan yang kaya akan jenis serat tidak larut dapat membantu memadatkan feses dan melancarkan pencernaan. Dengan kata lain, makan makanan berserat setiap hari (sekitar 25-30 gram/ hari) dapat menghindari Anda dari masalah diare dan sembelit.

Di sisi lain, kandungan fenolik tinggi dalam buah ini membantu membersihkan usus sehingga berpotensi menurunkan risiko Anda terkena kanker usus.

Tak hanya itu saja, buah kurma dapat menjadi pilihan alami dalam memelihara mukosa lambung ketika Anda menjalankan ibadah puasa. Kurma memiliki sifat antiradang dan protektif, sehingga menjaga lambung tetap sehat selama Ramadan.

Bila bosan mengonsumsi buah kurma, Anda juga dapat mencoba variasi olahan kurma lainnya. Misalnya, dalam bentuk minuman yang tidak mengandung pewarna, pemanis, serta pengawet buatan.

Anda juga bisa mencoba program sehat 12 hari dengan cara mengonsumsi ekstrak kurma saat sahur maupun buka puasa untuk merasakan manfaat optimalnya bagi kesehatan pencernaan selama menjalankan ibadah puasa.

2. Mencegah risiko diabetes

Walaupun rasanya manis, makan buah ini tidak serta-merta langsung meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.

Justru, kandungan serat dalam buah nabi ini akan membantu Anda mengurangi risiko diabetes. Serat tak larut dicerna lebih lambat di dalam perut sehingga membantu tubuh lebih baik mengontrol kadar gula darah.

Penelitian yang diterbitkan oleh Nutrition Journal tahun 2011 pun menunjukkan bahwa buah ini mempunyai indeks glikemik rendah. Buah asal Arab ini tidak langsung melonjakkan kadar gula darah setelah makan.

3. Meningkatkan kesehatan tulang

Buah ini mengandung selenium, mangan, tembaga, dan magnesium yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Semua zat gizi ini telah dipelajari untuk potensinya dalam mencegah osteoporosis.

4. Mencegah anemia

Mudah lelah dan kulit pucat adalah dua gejala utama Anda mengalami kekurangan zat besi alias anemia. Untungnya buah nabi ini mengandung zat besi tinggi, sehingga baik dijadikan sebagai sumber makanan untuk mencegah anemia.

5. Meningkatkan kesehatan jantung

Kurma mengandung banyak vitamin dan mineral yang berguna untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda.

Magnesium dan kalium, misalnya. Keduanya dapat membantu menurunkan tekanan darah ke tingkat yang lebih sehat. Ditambah lagi, kandungan serat dalam buah nabi ini juga bermanfaat untuk mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Buah ini juga ternyata mengandung antioksidan asam fenolik yang terkenal karena sifat antiradangnya. Asam fenolik dipercaya dapat membantu menurunkan risiko Anda terkena hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

Para ahli merekomendasikan untuk makan buah ini setidaknya dua kali seminggu untuk memelihara kesehatan jantung Anda.

6. Menangkal radikal bebas

Buah ini tinggi antioksidan yang mampu mengurangi efek radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan bekerja melindungi sel dan jaringan tubuh dari stres dan peradangan kronis yang memicu berbagai risiko penyakit.

Flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik adalah beberapa jenis antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Karotenoid juga dapat mengurangi risiko gangguan pada mata terkait penuaan, seperti degenerasi makula.

7. Menjaga kesehatan otak

Studi dari Neural Degeneration Research tahun 2016 menemukan bahwa buah ini berpotensi menghambat produksi protein pemicu peradangan bernama interleukin 6 (IL-6) di otak. Kadar IL-6 yang tinggi di dalam otak sering dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Selain itu, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa buah ini juga bermanfaat mengurangi aktivitas protein beta amiloid, yang dapat membentuk plak di otak.

Ketika plak menumpuk di otak, mereka dapat mengganggu komunikasi antara sel-sel otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel otak. Kematian sel otak adalah salah satu penyebab munculnya penyakit Alzheimer dan demensia.

Penelitian lain pada tikus juga membuktikan kebaikan buah ini untuk mempertajam daya ingat. Selain menunjukkan kemampuan belajar dan penyimpanan memori yang lebih baik, tikus yang diberi makan kurma juga berperilaku lebih tenang.

Manfaat kurma untuk kesehatan otak ini masih berhubungan dengan antioksidan flavonoid untuk mengurangi peradangan di otak. Namun, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan potensi peran buah asal Arab ini untuk kesehatan otak manusia.

8. Membantu menurunkan berat badan

Per 100 gram kurma yang dikeringkan mengandung 284 kalori dan 76 gram karbohidrat. Ini menjadikan kurma sebenarnya sebagai makanan yang tinggi kalori. Namun di sisi lain, buah ini juga tinggi serat dan protein jenis tak larut.

Kandungan dua jenis gizi tak larut yang lebih tinggi ini membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Itu kenapa kurma bisa Anda jadikan buah camilan saat diet sehari-hari.

Namun ingat, jangan sampai terlena memakannya berlebihan. Ada baiknya, Anda tetap menjalani pola makan sehat dan rutin olahraga agar usaha penurunan berat badan sukses tanpa masalah lanjutan.

9. Membantu mencukupi kebutuhan cairan

Mungkin Anda selama ini bertanya-tanya kenapa kurma difavoritkan sebagai makanan berbuka puasa.

Buah ini tinggi gula sehingga bisa bantu menaikkan gula darah Anda yang sempat merosot turun setelah 7-8 jam tidak makan. Namun, buah ini juga mengandung banyak air untuk membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang seharian.

Manfaat ini terutama bisa Anda dapat dari mengonsumsi buah yang muda dan segar, berwarna hijau atau kuning. Buah yang sudah tua umumnya tidak mengandung begitu banyak air.

10. Melancarkan persalinan

Makan buah nabi dipercaya dapat mempercepat kontraksi dan memperlancar persalinan secara alami, tanpa induksi. Ibu hamil dianjurkan untuk makan buah nabi ini di usia kehamilan akhir atau trimester tiga.

Ada beberapa jurnal yang mengamini teori tersebut. Salah satunya adalah sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Obstetrics and Gynecology. Penelitian tersebut melaporkan wanita yang makan enam buah kurma sehari selama 4 minggu berturut-turut sebelum HPL-nya mengalami pembukaan vagina yang lebih lebar.

Ditambah lagi, lama waktu bersalin wanita hamil yang rajin makan buah nabi ini dilaporkan 7 jam lebih cepat daripada yang tidak. Mereka yang tidak makan diketahui mengalami kontraksi lebih lama dan lebih terasa sakit.

Beberapa peneliti mengatakan buah nabi ini mengandung zat-zat aktif tertentu yang bisa memicu produksi hormon oksitosin lebih banyak. Hormon oksitosin dapat meningkatkan sensitivitas rahim dan memulai kontraksi.



SUMBER https://tinyurl.com/y69zt4p3

SEMOGA BERMANFAAT

Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive