BERITA TERKINI, DUNIA DALAM BERITA, SEPUTAR INFORMASI TERPECAYA

Sunday 1 May 2022

5 Fakta Bisnis Jembatan Perahu Haji Endang yang Omzet Hariannya Rp 20 Juta

Pengendara melewati jembatan Rumambe [Instagram}

 Haji Endang, warga Karawang merintis bisnis inovatif berupa jembatan perahu yang viral karena mampu membeli mobil Pajero dari hasil usahanya. Tak hanya itu, jembatan tersebut dinilai dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya warga Karawang.


Haji Endang menjadi terkenal sebagai pengusaha sukses dan tokoh masyarakat sebagai hasil dari penemuan brilian jembatan perahu. Bahkan, berkat kesuksesan usahanya, ia mampu membelikan Pajero untuk istrinya.


Lantas, bagaimana kisah pembangunan jembatan tersebut menjadi bisnis yang sukses?

Simak 5 fakta jembatan perahu di bawah ini.

1. Dimulai dengan permintaan dari seorang pemimpin komunitas

Haji Usup, tokoh masyarakat desa Rumambe, mencetuskan ide pembangunan jembatan Rumambe. Tokoh masyarakat tersebut mendekati Haji Endang dengan usulan berupa ide konsep pembangunan jembatan, yang sebelumnya pernah diajukan oleh Haji Iyat. Untuk menyeberangi Sungai Citarum, Haji Iyat menggunakan konsep perahu bertumpuk.


Pada 2010, Haji Endang dan Haji Usup pertama kali bertemu. Pertemuan ini menghasilkan konsep yang matang yang akhirnya menjadi jembatan perahu Rumambe.

2. Menargetkan anggaran pembangunan sebesar Rp 50 juta.


Biaya jembatan Rp. 50 juta untuk membangun. Terlepas dari pro dan kontra, ia telah mengurus izin dengan berbagai pemangku kepentingan lokal. Namun, pembangunan itu akhirnya bisa dilanjutkan.


Awalnya, jembatan itu tidak lebih dari deretan perahu kayu yang disatukan oleh baut. Karena perahu sering terbawa arus sungai Citarum yang deras, Haji Endang menambahkan pelat besi agar bisa mengapung di jalan yang bisa dilalui kendaraan bermotor.


3. Raih pendapatan harian Rp 20 juta.

Konsep jembatan akhirnya membuahkan hasil. Bayar untuk penyeberangan jembatan , yaitu Rp. 1000 untuk pejalan kaki dan Rp. 2000 untuk sepeda motor. Kendaraan tidak boleh melintasi jembatan.


Tanpa ragu, sekitar 10.000 penduduk melewati jembatan setiap hari, menghasilkan pendapatan harian Rp 20 juta.

4. Berhasil menghubungkan dua desa yang dipisahkan oleh sungai Citarum


Selain sukses berbisnis, jembatan ini diduga menghubungkan dua desa terpisah di sungai Citarum. Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, desa-desa tersebut adalah Desa Anggadita, Kecamatan Klari, dan Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel.

Jembatan tersebut diperkirakan memangkas waktu tempuh melintasi sungai Citarum hingga 20 menit.


5. Bisnisnya menjadi sumber pendapatan, memungkinkan dia untuk membeli mobil Pajero.


Usaha jembatan Haji Endang terbilang sukses karena mampu membeli mobil Pajero. Mobil Pajero adalah hadiah ulang tahun untuk istrinya. Fakta bahwa ia membeli mobil Pajero dengan pecahan koin senilai Rp. 500 menjadi viral.

"Saya mau belikan mobil Pajero untuk istri saya, dan kebetulan kemarin saya ulang tahun," kata Haji Endang yang mendatangi showroom mobil di Karawang, Kamis pekan lalu.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive