Man City Tertahan, Arsenal Kian Menjauh di Puncak Klasemen
Manchester City kembali kehilangan momentum penting dalam persaingan gelar Liga Inggris. Bertandang ke Stadium of Light, The Citizens gagal memecah kebuntuan setelah ditahan imbang Sunderland dengan skor 0-0, Jumat (2/1/2026) dini hari WIB.
Hasil ini terasa menyakitkan bagi pasukan Pep Guardiola karena di saat bersamaan Arsenal terus melaju di puncak klasemen. Tambahan satu poin membuat City kini tertahan di posisi kedua dengan koleksi 41 poin, tertinggal empat angka dari The Gunners.
Sejak babak pertama, laga berjalan tidak mudah bagi Man City. Dominasi penguasaan bola tak selalu berbanding lurus dengan kontrol permainan. Sunderland justru beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat dan permainan direct.
City sempat membuka harapan ketika Bernardo Silva mencetak gol di babak pertama, namun wasit menganulirnya karena posisi offside. Tekanan meningkat di babak kedua, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama.
Beberapa peluang emas gagal dimaksimalkan. Savinho melepaskan tembakan yang melambung di depan gawang, sementara sundulan bebas Josko Gvardiol justru mengarah tepat ke pelukan kiper Sunderland. Bahkan satu peluang City hanya berujung membentur tiang.
Analisis Singkat
Hasil imbang ini kembali menegaskan satu masalah klasik Man City musim ini: efektivitas di sepertiga akhir lapangan. Meski unggul dalam jumlah peluang dan penguasaan bola, City kerap kesulitan menembus pertahanan tim yang bermain rapat dan disiplin.
Di sisi lain, Sunderland layak mendapat kredit. Keberanian mereka bermain tanpa rasa takut, dikombinasikan dengan transisi cepat, membuat City kesulitan menemukan ritme. Strategi ini terbukti efektif meredam lini serang tim juara bertahan.
Bagi Man City, jarak empat poin dengan Arsenal memang belum menentukan segalanya. Namun jika kegagalan memaksimalkan peluang terus berulang, tekanan akan semakin besar seiring padatnya jadwal dan konsistensi rival di puncak klasemen.
Pep Guardiola dan timnya kini dituntut untuk segera menemukan solusi, terutama dalam urusan finishing, jika tidak ingin peluang mempertahankan gelar semakin menjauh.








