BERITA TERKINI, DUNIA DALAM BERITA, SEPUTAR INFORMASI TERPECAYA

Cara Cari Uang Gampang Dan Halal

Mengurangi Stres Keuangan Masalah keuangan adalah salah satu penyebab utama stres dalam kehidupan. Pemahaman keuangan yang baik memungkinkan Anda menghindari masalah keuangan yang tidak perlu, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Tuesday, 6 January 2026

>Kronologi Istri Bos Paksa Karyawati Berhubungan Badan dengan Suaminya di Makassar

Kronologi Istri Bos Paksa Karyawati Berhubungan Badan dengan Suaminya di Makassar

 

Ilustrasi kasus kekerasan seksual Makassar
SCRENSOOT YT Tribunnews

 

Kasus kekerasan seksual kembali mengguncang publik. Kali ini menimpa seorang karyawati rumah makan nasi kuning di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban berinisial K (22) diduga dipaksa melakukan hubungan badan dengan majikannya sendiri, atas perintah dan paksaan sang istri majikan.

Pelaku diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni SK (24) dan istrinya SM (39). Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

Berawal dari Rasa Cemburu

Kasus ini bermula dari kecurigaan SM yang menuduh suaminya memiliki hubungan dengan K, karyawati yang baru bekerja sekitar tiga bulan di warung nasi kuning milik mereka. Karena kecurigaan itu, SM kemudian memaksa K dan suaminya masuk ke dalam kamar.

Di dalam kamar tersebut, K diinterogasi dan dipaksa mengakui dugaan perselingkuhan yang dituduhkan kepadanya. Meski korban membantah, kekerasan justru terjadi.

Disiksa hingga Dipaksa Berhubungan Badan

Korban mengaku mengalami penyiksaan fisik, mulai dari dipukul hingga ditendang. Dalam kondisi tertekan dan ketakutan, K dipaksa melakukan hubungan badan dengan SK, sang majikan laki-laki.

Korban sempat melawan dan menolak, namun kekerasan terus berlanjut hingga akhirnya aksi asusila itu terjadi secara paksa.

Yang lebih kejam, SM merekam kejadian tersebut. Rekaman pertama dilakukan secara diam-diam dengan ponsel yang disembunyikan di lemari, sementara rekaman kedua dilakukan secara terang-terangan.

Video Dijadikan Alat Pemerasan

Motif perekaman awalnya disebut untuk membuktikan dugaan perselingkuhan. Namun fakta lain terungkap, video tersebut dijadikan alat ancaman.

Korban diancam akan disebarkan video asusilanya jika tidak mau bekerja selama 15 tahun tanpa digaji. Ini menjadi bentuk pemerasan berat yang membuat korban semakin tertekan dan trauma.

Jam Kerja Panjang, Upah Tak Manusiawi

Selama bekerja, K harus menjalani jam kerja ekstrem, dari pukul 19.00 malam hingga 12.00 siang, namun hanya menerima upah Rp60.000 per hari. Selain itu, korban juga sempat disekap beberapa jam di rumah majikannya.

Korban membantah memiliki hubungan pacaran dengan SK. Ia mengakui sempat terjadi kontak fisik berupa ciuman, namun itu terjadi karena relasi kuasa antara bos dan pekerja, bukan atas dasar suka sama suka.

Korban Berhasil Kabur dan Melapor

Beruntung, korban akhirnya berhasil melarikan diri dan menghubungi keluarganya untuk dijemput. Didampingi Sekretaris Yayasan Pemerhati Masalah Perempuan (YPMP), Alita Karen, korban melapor ke SPKT Polrestabes Makassar pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Pelaku Ditangkap, Dijerat UU TPKS

Kepolisian memastikan kedua pelaku telah ditangkap dan tidak memiliki gangguan kejiwaan. Barang bukti utama dalam kasus ini adalah rekaman video yang dibuat oleh pelaku.

Pasangan suami istri tersebut dijerat Pasal 6 huruf B dan C juncto Pasal 14 ayat (1) huruf A dan ayat (2) UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Ancaman hukuman maksimal:

  • Penjara hingga 12 tahun
  • Denda hingga Rp300 juta

Penutup

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kekerasan seksual bisa terjadi karena penyalahgunaan kekuasaan, terutama terhadap pekerja rentan. Korban bukan hanya mengalami pemerkosaan, tetapi juga penyiksaan, penyekapan, dan pemerasan yang meninggalkan trauma mendalam.

Semoga proses hukum berjalan adil dan korban mendapatkan perlindungan serta pemulihan yang layak.

Share:

Friday, 2 January 2026

Man City Tertahan Sunderland, Arsenal Makin Jauh di Puncak Liga Inggris

Man City Tertahan, Arsenal Kian Menjauh di Puncak Klasemen

 


Manchester City kembali kehilangan momentum penting dalam persaingan gelar Liga Inggris. Bertandang ke Stadium of Light, The Citizens gagal memecah kebuntuan setelah ditahan imbang Sunderland dengan skor 0-0, Jumat (2/1/2026) dini hari WIB.

Hasil ini terasa menyakitkan bagi pasukan Pep Guardiola karena di saat bersamaan Arsenal terus melaju di puncak klasemen. Tambahan satu poin membuat City kini tertahan di posisi kedua dengan koleksi 41 poin, tertinggal empat angka dari The Gunners.

Sejak babak pertama, laga berjalan tidak mudah bagi Man City. Dominasi penguasaan bola tak selalu berbanding lurus dengan kontrol permainan. Sunderland justru beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat dan permainan direct.

City sempat membuka harapan ketika Bernardo Silva mencetak gol di babak pertama, namun wasit menganulirnya karena posisi offside. Tekanan meningkat di babak kedua, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama.

Beberapa peluang emas gagal dimaksimalkan. Savinho melepaskan tembakan yang melambung di depan gawang, sementara sundulan bebas Josko Gvardiol justru mengarah tepat ke pelukan kiper Sunderland. Bahkan satu peluang City hanya berujung membentur tiang.

Analisis Singkat

Hasil imbang ini kembali menegaskan satu masalah klasik Man City musim ini: efektivitas di sepertiga akhir lapangan. Meski unggul dalam jumlah peluang dan penguasaan bola, City kerap kesulitan menembus pertahanan tim yang bermain rapat dan disiplin.

Di sisi lain, Sunderland layak mendapat kredit. Keberanian mereka bermain tanpa rasa takut, dikombinasikan dengan transisi cepat, membuat City kesulitan menemukan ritme. Strategi ini terbukti efektif meredam lini serang tim juara bertahan.

Bagi Man City, jarak empat poin dengan Arsenal memang belum menentukan segalanya. Namun jika kegagalan memaksimalkan peluang terus berulang, tekanan akan semakin besar seiring padatnya jadwal dan konsistensi rival di puncak klasemen.

Pep Guardiola dan timnya kini dituntut untuk segera menemukan solusi, terutama dalam urusan finishing, jika tidak ingin peluang mempertahankan gelar semakin menjauh.

Share:

Liverpool Mandek di Anfield, Leeds United Tahan The Reds Tanpa Gol

Rating Pemain Liverpool vs Leeds United: Wirtz & Ekitike Melempem, The Reds Gagal Menang di Tahun Baru

Liverpool harus puas berbagi poin saat menjamu Leeds United dalam lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Anfield, Jumat (2/1) dini hari WIB. Pertandingan yang digelar pada momen Tahun Baru tersebut berakhir tanpa gol, hasil yang membuat The Reds kembali membuang peluang penting di papan atas klasemen.

 


Sejak menit awal, Liverpool mencoba tampil menekan. Florian Wirtz dan Hugo Ekitike sempat menghadirkan ancaman serius di 30 menit pertama, namun penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat keunggulan gagal tercipta. Selepas itu, tempo permainan Liverpool justru menurun dan serangan mereka mudah dipatahkan.

Leeds United hampir mencuri kemenangan di penghujung laga. Dominic Calvert-Lewin sempat menjebol gawang Liverpool, tetapi gol tersebut dianulir karena posisi offside. Momen ini menjadi peringatan keras bagi The Reds yang terlihat kehilangan fokus.

Rating Pemain Liverpool

Alisson Becker (6/10)
Tidak banyak mendapat tekanan, namun satu kesalahan distribusi bola nyaris berakibat fatal.

Conor Bradley (6/10)
Cukup solid saat bertahan, tetapi kontribusinya dalam membantu serangan masih terbatas.

Ibrahima Konate (6/10)
Bermain disiplin dan tampil lebih tenang dibanding laga-laga sebelumnya.

Virgil van Dijk (6/10)
Masih menjadi pemimpin di lini belakang dan hampir mencetak gol lewat sundulan.

Andy Robertson (6/10)
Rajin membantu pertahanan, namun minim dampak di sektor ofensif.

Lini Tengah Kehabisan Ide

Ryan Gravenberch (6/10)
Bermain aman dan rapi, tetapi gagal mengontrol tempo permainan.

Curtis Jones (6/10)
Cukup aktif di awal pertandingan, namun pengaruhnya memudar.

Dominik Szoboszlai (6/10)
Kerja kerasnya terlihat jelas, meski kreativitas di lini serang masih kurang.

Lini Depan Kurang Tajam

Jeremie Frimpong (7/10)
Pemain paling berbahaya dengan kecepatan dan agresivitasnya.

Hugo Ekitike (7/10)
Bekerja keras sebagai ujung tombak, namun minim suplai bola matang.

Florian Wirtz (6/10)
Menjanjikan di babak pertama, namun menurun setelah jeda dan akhirnya ditarik keluar.

Pergantian Pemain Gagal Beri Dampak

Pergantian yang dilakukan Arne Slot tidak mampu mengubah jalannya pertandingan. Liverpool tetap kesulitan menciptakan peluang berbahaya hingga peluit akhir dibunyikan.

Arne Slot (5/10)
Eksperimen taktiknya berjalan sebagian, tetapi keputusan di babak kedua dinilai kurang efektif.

Hasil imbang ini membuat Liverpool memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka, namun performa yang ditampilkan masih jauh dari kata meyakinkan untuk bersaing di papan atas Liga Inggris.

Share:

Disclaimer

Disclaimer
Ketentuan Penggunaan Konten di kedungmundukrw.blogspot.com

Popular Posts