BERITA TERKINI, DUNIA DALAM BERITA, SEPUTAR INFORMASI TERPECAYA

Sunday, 15 February 2026

Betrayer: Ikon Thrash Metal Indonesia yang Tetap Eksis

Betrayer: Ikon Thrash Metal Indonesia yang Tetap Eksis

Pada 14 April 2025, band Betrayer merilis seluruh empat album digital mereka (Album 1–4) melalui label Aquarius Musikindo. Rilis ini bertepatan dengan hari kelahiran almarhum Ndaru Widodo, pendiri band yang lahir pada tahun 1991 dan menjadi tonggak sejarah lahirnya salah satu band thrash metal legendaris Indonesia.

Awal Berdirinya Betrayer

Betrayer adalah band thrash metal asal Jakarta, didirikan pada tahun 1991 oleh Ndaru Widodo, Hendra Maydodhi, dan Frid Akbar. Nama "Betrayer" diambil dari salah satu lagu grup thrash metal asal Jerman, Kreator, yang menjadi inspirasi utama mereka.

Band ini banyak terpengaruh oleh band-band internasional seperti Kreator, Suffocation, Deicide, Napalm Death, Cannibal Corpse, dan Pantera, sehingga menghasilkan karakter musik thrash metal yang kental dan khas.

Perjalanan Personil dan Perubahan Formasi

Seiring waktu, formasi Betrayer mengalami beberapa perubahan penting:

  • Tahun 2000, Ndaru Widodo meninggalkan band karena masalah internal dan membentuk band baru bernama Betrayer Ndaru, yang kemudian menjadi Thrashline. Posisi vokalis dan gitaris digantikan oleh Lilik Wardiandi (Iik).
  • Formasi solid kemudian terdiri dari Iik (vokal-gitar), Garry Martin (lead gitar), Doddy (bass), dan Acil (drum tambahan).
  • Tahun 2004, Frid Akbar bergabung ke Superglad, digantikan oleh personil baru.
  • Tahun 2006, Iik sempat keluar dan digantikan oleh Tatu.
  • Tahun 2009, Garry keluar sementara posisi lead gitar diisi oleh Baken Nainggolan, namun Garry kembali pada 2011. Iik juga kembali menggantikan Tatu sebagai vokalis sekaligus gitaris.
  • Setelah beberapa bongkar pasang personil, band memutuskan vakum pada 2012 tanpa pernyataan resmi, membuat penggemar bertanya-tanya apakah Betrayer bubar atau hanya berhenti sementara.

Album dan Kesuksesan

Betrayer mencatat sejarah dengan beberapa rilisan penting:

Grand Voice Society (Album indie)

Dirilis secara independen, terjual lebih dari 1.000 eksemplar dalam 1 bulan tanpa publikasi media massa.

Metalik Klinik 1 (1997, album kompilasi)

Lagu andalan Bendera Kuning menjadi hits. Album terjual lebih dari 100.000 eksemplar.

Pasukan Berani Mati (Remaster 1998)

Master dibeli oleh Aquarius Musikindo dan di-remaster di Australia. Terjual lebih dari 15.000 eksemplar, juga dirilis di Malaysia, Singapura, dan Brunei melalui Pony Canyon.

Betrayer (Album ketiga, 2002)

Mastering di Studio 301 Sydney, Australia oleh Don Bartley. Menghadirkan berbagai konsep, tetap di jalur thrash metal. Hit single Damai Bersamamu menampilkan sisi lebih lembut dan akustik, terjual lebih dari 20.000 eksemplar.

Pengkhianat 04 (2004)

Terdiri dari 11 lagu baru dan satu lagu lama, Bendera Kuning. Mengeksplorasi musik dasar thrash metal berpadu dengan suara modern.

Album Terbaik (2005)

Kompilasi dari empat album sebelumnya dengan dua lagu baru. Terjual lebih dari 18.000 eksemplar.

Revolusi (2008)

Album ini menjadi album terlaris Betrayer, terjual 30.000 eksemplar melalui distribusi Aquarius Musikindo.

 


ilustrasi

Penutup

Betrayer tetap menjadi salah satu ikon thrash metal Indonesia, dengan perjalanan panjang penuh semangat underground, inovasi musik, dan dedikasi terhadap genre. Meski sempat vakum, karya-karya mereka tetap menginspirasi generasi baru musisi metal tanah air.

Catatan Redaksi: Betrayer membuktikan bahwa musik metal bukan sekadar tren, tapi tentang komitmen, loyalitas terhadap genre, dan pengaruh yang bertahan lama di industri musik Indonesia.

Redaksi Blog Orang Desa

Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Popular Posts