BERITA TERKINI, DUNIA DALAM BERITA, SEPUTAR INFORMASI TERPECAYA

Cara Cari Uang Gampang Dan Halal

Mengurangi Stres Keuangan Masalah keuangan adalah salah satu penyebab utama stres dalam kehidupan. Pemahaman keuangan yang baik memungkinkan Anda menghindari masalah keuangan yang tidak perlu, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Friday, 2 January 2026

Liverpool Mandek di Anfield, Leeds United Tahan The Reds Tanpa Gol

Rating Pemain Liverpool vs Leeds United: Wirtz & Ekitike Melempem, The Reds Gagal Menang di Tahun Baru

Liverpool harus puas berbagi poin saat menjamu Leeds United dalam lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Anfield, Jumat (2/1) dini hari WIB. Pertandingan yang digelar pada momen Tahun Baru tersebut berakhir tanpa gol, hasil yang membuat The Reds kembali membuang peluang penting di papan atas klasemen.

 


Sejak menit awal, Liverpool mencoba tampil menekan. Florian Wirtz dan Hugo Ekitike sempat menghadirkan ancaman serius di 30 menit pertama, namun penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat keunggulan gagal tercipta. Selepas itu, tempo permainan Liverpool justru menurun dan serangan mereka mudah dipatahkan.

Leeds United hampir mencuri kemenangan di penghujung laga. Dominic Calvert-Lewin sempat menjebol gawang Liverpool, tetapi gol tersebut dianulir karena posisi offside. Momen ini menjadi peringatan keras bagi The Reds yang terlihat kehilangan fokus.

Rating Pemain Liverpool

Alisson Becker (6/10)
Tidak banyak mendapat tekanan, namun satu kesalahan distribusi bola nyaris berakibat fatal.

Conor Bradley (6/10)
Cukup solid saat bertahan, tetapi kontribusinya dalam membantu serangan masih terbatas.

Ibrahima Konate (6/10)
Bermain disiplin dan tampil lebih tenang dibanding laga-laga sebelumnya.

Virgil van Dijk (6/10)
Masih menjadi pemimpin di lini belakang dan hampir mencetak gol lewat sundulan.

Andy Robertson (6/10)
Rajin membantu pertahanan, namun minim dampak di sektor ofensif.

Lini Tengah Kehabisan Ide

Ryan Gravenberch (6/10)
Bermain aman dan rapi, tetapi gagal mengontrol tempo permainan.

Curtis Jones (6/10)
Cukup aktif di awal pertandingan, namun pengaruhnya memudar.

Dominik Szoboszlai (6/10)
Kerja kerasnya terlihat jelas, meski kreativitas di lini serang masih kurang.

Lini Depan Kurang Tajam

Jeremie Frimpong (7/10)
Pemain paling berbahaya dengan kecepatan dan agresivitasnya.

Hugo Ekitike (7/10)
Bekerja keras sebagai ujung tombak, namun minim suplai bola matang.

Florian Wirtz (6/10)
Menjanjikan di babak pertama, namun menurun setelah jeda dan akhirnya ditarik keluar.

Pergantian Pemain Gagal Beri Dampak

Pergantian yang dilakukan Arne Slot tidak mampu mengubah jalannya pertandingan. Liverpool tetap kesulitan menciptakan peluang berbahaya hingga peluit akhir dibunyikan.

Arne Slot (5/10)
Eksperimen taktiknya berjalan sebagian, tetapi keputusan di babak kedua dinilai kurang efektif.

Hasil imbang ini membuat Liverpool memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka, namun performa yang ditampilkan masih jauh dari kata meyakinkan untuk bersaing di papan atas Liga Inggris.

Share:

Thursday, 1 January 2026

Bijak Menyambut Tahun Baru Masehi: Catatan Penting untuk Muslim

Bijak Menyambut Tahun Baru Masehi: Catatan Penting untuk Muslim

 


Menyambut pergantian tahun Masehi sering kali diidentikkan dengan perayaan meriah, pesta kembang api, dan berbagai aktivitas hiburan. Namun bagi umat Muslim, momen ini seharusnya menjadi waktu untuk bersikap bijak dan melakukan introspeksi diri.

Tahun baru bukan sekadar pergantian angka, melainkan pengingat bahwa usia terus bertambah dan waktu terus berjalan. Islam mengajarkan agar setiap detik kehidupan dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Umat Muslim dianjurkan untuk menghindari perayaan yang berlebihan, apalagi yang mengandung unsur maksiat, hura-hura, atau melalaikan kewajiban ibadah. Sebaliknya, menyambut tahun baru dapat diisi dengan kegiatan positif seperti berdoa, berdzikir, membaca Al-Qur’an, serta melakukan evaluasi diri.

Momentum ini juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki niat, memperkuat keimanan, dan menyusun resolusi hidup yang lebih baik. Resolusi tersebut bukan sekadar target duniawi, tetapi juga peningkatan kualitas ibadah dan akhlak.

Dengan sikap yang bijak, pergantian tahun Masehi dapat menjadi sarana refleksi spiritual. Bukan ikut larut dalam euforia semata, melainkan menjadikannya sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT dan sesama manusia.

Sumber: Antara News

Share:

Viral! Tradisi Makan 12 Anggur di Bawah Meja Saat Tahun Baru di Spanyol

Mengenal Tradisi Makan 12 Anggur di Bawah Meja Saat Tahun Baru di Spanyol, Benarkah Bisa Datangkan Jodoh?

Perayaan Tahun Baru selalu identik dengan harapan, resolusi, dan berbagai tradisi unik dari seluruh dunia. Salah satu yang paling menarik perhatian datang dari Spanyol, yakni tradisi makan 12 anggur tepat saat pergantian tahun. Uniknya, tradisi ini juga dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan hingga jodoh, terutama jika dilakukan di bawah meja.

 


Asal-Usul Tradisi Makan 12 Anggur

Tradisi ini dikenal dengan sebutan Uvas de la Suerte atau anggur keberuntungan. Kebiasaan ini mulai populer pada awal abad ke-20, bertepatan dengan melimpahnya hasil panen anggur di beberapa wilayah Spanyol. Para produsen anggur kemudian mempromosikan konsumsi anggur saat malam Tahun Baru sebagai simbol keberuntungan.

Selain itu, ada pula yang meyakini tradisi ini terinspirasi dari budaya Prancis, di mana kalangan bangsawan merayakan Tahun Baru dengan anggur dan sampanye.

Sejarah Singkat Tradisi Makan 12 Anggur

Sejarah mencatat, tradisi makan anggur mulai dikenal sejak akhir abad ke-19 di Madrid. Saat itu, kaum borjuis merayakan malam Tahun Baru dengan jamuan anggur. Namun, kebiasaan ini kemudian diikuti masyarakat luas setelah muncul aksi simbolik warga yang berkumpul di Puerta del Sol pada malam 31 Desember.

Pada tahun 1909, tradisi ini semakin menguat ketika para pedagang anggur memasarkan produk mereka sebagai anggur keberuntungan. Sejak saat itu, memakan 12 anggur menjadi ritual tahunan yang melekat dalam budaya Spanyol.

Cara Melakukan Tradisi Makan 12 Anggur

Tradisi ini dilakukan tepat saat jam menunjukkan pukul 12 malam. Setiap orang harus memakan satu butir anggur pada setiap dentingan lonceng, hingga total 12 anggur dalam waktu 12 detik.

Meski terdengar sederhana, banyak orang mengaku kesulitan melakukannya. Namun, masyarakat percaya bahwa berhasil menghabiskan 12 anggur tepat waktu akan membawa keberuntungan sepanjang tahun.

Makna di Balik Tradisi Makan 12 Anggur

Setiap anggur melambangkan satu bulan dalam setahun. Masyarakat Spanyol percaya bahwa dengan memakan anggur tersebut, mereka mengundang keberuntungan, kelancaran rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan.

Banyak pula yang menyertai ritual ini dengan doa atau harapan untuk masing-masing bulan di tahun yang baru.

Tujuan Makan Anggur di Bawah Meja

Belakangan, muncul kepercayaan unik lainnya, yakni makan 12 anggur di bawah meja. Tradisi ini diyakini dapat mendatangkan keberuntungan dalam urusan percintaan.

Mereka yang masih single percaya bahwa ritual ini dapat mempercepat datangnya jodoh atau bahkan pernikahan. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, tradisi ini semakin populer setelah viral di media sosial.

Tradisi Unik Penuh Harapan

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tentang jodoh, tradisi makan 12 anggur tetap menjadi simbol harapan dan optimisme. Tradisi ini mengajarkan bahwa awal tahun adalah momen terbaik untuk menanam doa dan semangat baru.

Jadi, tertarik mencoba tradisi unik ini di malam Tahun Baru?

Share:

Disclaimer

Disclaimer
Ketentuan Penggunaan Konten di kedungmundukrw.blogspot.com

Popular Posts