BERITA TERKINI, DUNIA DALAM BERITA, SEPUTAR INFORMASI TERPECAYA

Cara Cari Uang Gampang Dan Halal

Mengurangi Stres Keuangan Masalah keuangan adalah salah satu penyebab utama stres dalam kehidupan. Pemahaman keuangan yang baik memungkinkan Anda menghindari masalah keuangan yang tidak perlu, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Showing posts sorted by relevance for query Maluku. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Maluku. Sort by date Show all posts

Monday, 16 May 2022

Due to a lack of funds, Indonesia has canceled fisheries infrastructure projects in the Maluku region.


 A minister announced last month that Indonesia does not have the funds to build the National Fish Bank or a new Ambon port, two infrastructure projects promised by the national government in the Maluku province.

Sakti Wahyu Trenggono, Indonesia's fisheries minister, announced in April that the National Fish Bank in Maluku province, as well as a new port in Ambon, the provincial capital, would not be funded in the 2022 national budget. When President Joko Widodo announced the two national infrastructure projects during a visit to the eastern Indonesian province in March 2021, they created quite a stir.

The National Fish Bank would have been an integrated fisheries center or port with international and domestic container terminals, a liquefied natural gas terminal, a power plant with a kilometer-long pier, as well as fish auction and processing buildings.


The central government has promised and then abandoned the National Fish Bank project for the second time in ten years. The project was first proposed during the administration of Widodo's predecessor, Susilo Bambang Yudhoyono. The outcry from the province two time zones away from the nation's capital was shrill this time.

"It is unfair to say there is no money," Saadiah Uluputty, a Maluku member of parliament, said in a video sent to Mongabay. "There can't be an explanation. This [project] is connected to the president's promises made during his visit to Maluku. Declaring suddenly that there is no money is a public lie."

Abdullah Tuasikal, another Maluku MP, expressed dissatisfaction with Jakarta's announcement that the National Fish Bank would be replaced by a quota and size-based catch fishery policy in Maluku's waters.



"How can a quota be purchased by a small-scale fisherman with no capital?" Ruslan Tawari, a professor of fisheries at Pattimura University in Ambon, agreed.

Indonesia's 11 fisheries management areas would be subdivided into four areas with set quotas or total tonnage of fish that could be caught by small-scale fishers, commercial fishers, and hobby fishers under the quota-based program launched in February. The fisheries ministry's fish resources assessment commission, known as Komnas Kajiskan, determines quotas every two years. According to Ruslan of Pattimura University, "the quota system, unlike the National Fish Bank project, will not develop Maluku as a fisheries hub."


Ruslan also stated that politicians chose between the two programs. "The National Fish Bank debate should not be limited to politicians alone, but should include civilians as well." "All humans can think, but we are bad at working together," he said.


Amrullah Usemahu, general secretary of the Society of Indonesian Fishers (MPN), a non-governmental organization, and regional head of the Indonesian Fisheries Students Association (HIMAPIKANI), also spoke out on the matter.


"The project's progress has been up and down under the leadership of four fishery ministers," Amrullah said, referring to the National Fish Bank being proposed as a national strategic program for the first time in 2010. He went on to say that the project would have benefited eastern Indonesia by "reviving existing fishing ports throughout the Maluku region, [improving] logistics, routes, and the development of fishery supply chains exported directly from Maluku."

The central government originally intended Ambon as a location for port and general fishing industry infrastructure development. The projects were canceled in mid-March after an initial site feasibility study revealed that the chosen site in Waai still had abandoned mines from World War II in its waters, according to the coordinating minister for maritime affairs and investment. An active underwater volcano was also discovered during the feasibility study.

According to Amrullah, there is no reason why the National Fish Bank and promised updated port cannot take the form of a port expansion. "In fact, the central government could develop [the existing] Ambon or Tual ports or upgrade Dobo port," he said. He added that the eastern Indonesian regions of Maluku, Papua, and East Nusa Tenggara lacked type A ports, which house fleets that fish right up to the edge of Indonesia's exclusive economic zone. According to other news reports, the existing urban development around these older ports would limit the size of any potential expansion.

According to Amrullah, the national infrastructure project stalled when the port expansion was linked to the National Fish Bank fishery development area. "The infrastructure initiative should prioritize fishery development," he said. "We can't talk about fishery exports [and thus ports] if there aren't any fish."



Share:

Sunday, 13 July 2025

Sherly Tjoanda: Dari Istri Bupati Hingga Gubernur Maluku Utara dan Isu Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi

Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara

Sherly Tjoanda: Dari Istri Bupati Hingga Gubernur Maluku Utara dan Isu Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi

Sherly Tjoanda: Dari Istri Bupati Hingga Gubernur Maluku Utara dan Isu Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi

Dipublikasikan: 13 Juli 2025

Penulis: Kang Mustopa - Desa Kuta Karya, Kutawaluya - Karawang

🧕 Dari Istri Bupati ke Dunia Politik

Nama Sherly Tjoanda mulai dikenal publik saat menjadi istri dari Benny Laos, Bupati Morotai periode 2017–2022. Mereka menikah sejak tahun 2005 dan memiliki tiga anak. Sherly aktif di kegiatan sosial dan organisasi perempuan, termasuk menjabat sebagai Ketua TP PKK Morotai.

⚫ Duka Besar: Benny Laos Meninggal Dunia

Oktober 2024 menjadi masa kelam bagi Sherly. Suaminya, Benny Laos, wafat dalam kecelakaan speedboat saat sedang melakukan kegiatan kampanye untuk maju sebagai Gubernur Maluku Utara. Kepergian Benny meninggalkan duka mendalam, namun justru menjadi titik awal perubahan besar dalam hidup Sherly.

🗳️ Didorong Jadi Calon Gubernur Maluku Utara

Menyusul kepergian suaminya, Sherly mendapat dukungan kuat dari delapan partai politik untuk melanjutkan perjuangan Benny di Pilgub 2024. Ia menjadi simbol kekuatan perempuan, harapan baru rakyat Maluku Utara, dan mencalonkan diri dengan visi transparansi, akuntabilitas, dan penguatan sektor pendidikan serta ekonomi lokal.

Hasilnya luar biasa. Sherly menang dengan perolehan suara sekitar 51,68%, dan dilantik resmi sebagai Gubernur Maluku Utara pada 20 Februari 2025. Ia menjadi gubernur perempuan pertama di provinsi tersebut dan juga figur dari latar belakang etnis Tionghoa-Kristen — sebuah terobosan dalam dunia politik daerah.

👩‍💼 Figur yang Menawan, Ramai Dibicarakan

Potret Sherly saat pelantikan viral di media sosial. Mengenakan seragam PDU (Pakaian Dinas Upacara), ia tampil anggun, santun, dan menawan. Penampilannya disebut-sebut sebagai kombinasi antara kecerdasan, keberanian, dan pesona pemimpin masa kini.

Sejak itulah netizen mulai menjuluki Sherly sebagai "Ibu Cantik dari Maluku Utara", dan berbagai media mulai meliput gaya kepemimpinannya yang unik, bersih, dan humanis.

💬 Isu Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi?

Setelah menjanda, nama Sherly Tjoanda sempat dikaitkan dengan politisi senior asal Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM. Isu ini muncul karena keduanya sama-sama dikenal memiliki gaya komunikasi yang santun, aktif di sosial media, dan sama-sama menyandang status single pasca perceraian atau ditinggal pasangan.

Sampai saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak terkait hubungan khusus. Namun publik tampak antusias melihat kemungkinan ini, apalagi jika dilihat dari kesamaan visi dalam pembangunan daerah dan gaya kepemimpinan yang merakyat.

📌 Kesimpulan

Sherly Tjoanda adalah contoh nyata bagaimana seorang perempuan bisa bangkit dari duka dan menata jalan politiknya sendiri. Dari seorang istri bupati, menjadi gubernur penuh wibawa — dan tetap menjaga integritas di tengah sorotan media.

Isu kedekatannya dengan Dedi Mulyadi memang belum jelas, namun itu menjadi cermin betapa publik selalu tertarik dengan kisah para pemimpin yang tak hanya cerdas, tapi juga memikat.

📚 Sumber Referensi:

Share:

Sunday, 24 March 2024

Tanggal 25 Maret 2024 Terjadi Gerhana Bulan Penumbra

Getty Images/Brook Mitchell


Gerhana bulan penumbra kali ini  akan mewarnai langit malam selama bulan Ramadhan.

 Fenomena ini terjadi pada Senin (25 Maret 2024).

 Gerhana Bulan ini merupakan satu dari empat gerhana Bulan yang akan terjadi pada tahun 2024.

 Selain gerhana matahari total pada 8 April 2024, gerhana bulan penumbra juga akan terlihat di langit Indonesia.

 Dua gerhana lainnya tidak akan  terlihat dari Indonesia.

 Yakni Gerhana Bulan Sebagian (GBS) pada 18 September 2024 dan 2 Oktober 2024 saat Gerhana Matahari Cincin (GMC).

  Gerhana bulan penumbra selanjutnya akan berlangsung selama 4 jam, 43 menit, dan 39 detik.

 Terdiri dari fase awal gerhana (P1) hingga akhir gerhana (P4).


Jadwal Proses Gerhana

Gerhana mulai (P1): 11.50.58 WIB atau 12.50.58 WITA atau 13.50.58 WIT dan 04.50.58 UT

Puncak Gerhana (Puncak): 14.12.48 WIB atau 15.12.48 WITA atau 16.12.48 WIT dan 07.12.48 UT

Gerhana berakhir (P4): 16.34.38 WIB atau 17.34.38 WITA atau 18.34.38 WIT dan 09.34.38 UT


Lokasi

Gerhana Bulan nantinya tak bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. BMKG membagi dua lokasi yang bisa dan tidak dapat menikmati Gerhana Bulan.

Untuk wilayah yang 'Bisa Menikmati Semua Proses Gerhana Bulan' adalah Papua, Papua Barat dan sebagian Maluku.

Wilayah yang tidak bisa mengamati seluruh fase gerhana disebabkan Bulan berada di bawah horizon. Wilayahnya berada di sekitar Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan sebagian Maluku.

Yakni mulai dari Maluku Utara, sebagian Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, NTB, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Aceh.

Share:

Friday, 20 February 2026

Anggota Brimob Diamankan Terkait Dugaan Kekerasan Anak di Kota Tual, Satu Korban Meninggal Dunia

 

ilustrasi
IG @neVerAl0nely___

Terduga saat ini telah diamankan dan ditahan di Rumah Tahanan Polres Tual. Proses penyelidikan masih terus berjalan guna mengungkap secara jelas kronologi serta unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, insiden bermula ketika korban berinisial AT (14) mengendarai sepeda motor di ruas jalan sekitar RSUD Maren Tual. Diduga terjadi tindakan pemukulan menggunakan helm oleh seorang oknum, yang menyebabkan korban terjatuh dari kendaraannya.

Salah satu saksi yang juga masih di bawah umur menyebutkan bahwa korban sempat sadar setelah terjatuh. Namun, korban mengalami pendarahan di bagian mulut dan hidung serta benturan di kepala.

Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa AT tidak tertolong dan telah dimakamkan pada Kamis (19/02/2026). Sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Proses Hukum Berjalan

Kasat Reskrim Polres Tual, IPTU Aji Prakoso Trisaputra, membenarkan bahwa terduga telah diamankan dan sedang dalam pemeriksaan oleh penyidik. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak Polda Maluku terkait perkembangan kasus tersebut.

Pihak kepolisian menyatakan akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Catatan Redaksi

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa penegakan hukum harus berjalan adil tanpa memandang latar belakang pelaku. Proses hukum yang transparan dan objektif sangat dibutuhkan demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Redaksi Blog Orang Desa berharap seluruh pihak menahan diri dari spekulasi serta menunggu hasil penyelidikan resmi agar tidak menambah luka bagi keluarga korban.

Sumber: Disrupsi


Ringkasan Peristiwa

Aspek Informasi
Lokasi Kota Tual, Maluku
Korban AT (14) – Meninggal dunia
Korban Lain 1 orang – Dalam perawatan
Terduga MS – Anggota Brimob
Status Diamankan & dalam pemeriksaan
Tempat Penahanan Rutan Polres Tual

Label: Berita Nasional, Kriminal, Maluku, Viral

Share:

Wednesday, 21 August 2024

Pelayaran Mengelilingi Bumi Ekspedisi Magellan-Elcano

https://www.worldhistory.org/image/14247/map-of-ferdinand-magellans-circumnavigation/

Pelayaran mengelilingi Bumi mengacu pada perjalanan mengelilingi planet ini, kembali ke titik awal. Pelayaran mengelilingi pertama yang berhasil dicapai oleh ekspedisi Magellan-Elcano, yang berlayar dari Spanyol pada tahun 1519 dan kembali pada tahun 1522. Perjalanan ini merupakan prestasi monumental selama Zaman Penemuan, menempuh jarak sekitar 60.440 km (37.560 mil) dan memakan waktu hampir tiga tahun.

Saat ini, pelayaran mengelilingi Bumi dapat dilakukan jauh lebih cepat, berkat kemajuan teknologi transportasi. Pelayaran modern sering kali berfokus pada kecepatan, ketahanan, dan menggunakan metode yang tidak konvensional.

Ekspedisi Magellan-Elcano adalah salah satu perjalanan paling bersejarah dalam sejarah penjelajahan. Berikut adalah beberapa detail lebih lanjut tentang ekspedisi ini:

https://www.biographyicon.com/ferdinand-magellan-voyage-death-route-facts/


Latar Belakang

Ekspedisi ini dipimpin oleh Ferdinand Magellan, seorang penjelajah Portugis yang berlayar atas nama Raja Charles I dari Spanyol. Tujuan utama ekspedisi ini adalah menemukan rute barat ke Kepulauan Rempah-Rempah (Maluku) di Indonesia.

Perjalanan

  • Keberangkatan: Ekspedisi ini berangkat dari Seville, Spanyol, pada 20 September 1519, dengan lima kapal: Trinidad, San Antonio, Concepción, Victoria, dan Santiago.
  • Selat Magellan: Pada Oktober 1520, mereka menemukan selat yang sekarang dikenal sebagai Selat Magellan, yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Samudra Pasifik.
  • Samudra Pasifik: Mereka adalah orang Eropa pertama yang menyeberangi Samudra Pasifik, perjalanan yang sangat sulit dan penuh tantangan.

Tantangan dan Kesulitan

Selama perjalanan, ekspedisi menghadapi banyak tantangan, termasuk pemberontakan, kelaparan, penyakit, dan pertempuran dengan penduduk asli. Magellan sendiri tewas dalam pertempuran di Filipina pada April 1521.

Penyelesaian

Setelah kematian Magellan, Juan Sebastián Elcano mengambil alih komando. Pada 6 September 1522, kapal Victoria, satu-satunya yang tersisa, kembali ke Spanyol dengan hanya 18 dari 270 awak asli yang selamat. Mereka telah menyelesaikan pelayaran mengelilingi dunia pertama.

Signifikansi

Ekspedisi ini membuktikan bahwa Bumi bulat dan memberikan wawasan penting tentang geografi global. Ini juga membuka jalan bagi penjelajahan dan perdagangan lebih lanjut antara Eropa dan Asia.


Share:

Blog Archive

Popular Posts